Selasa, 05 Agustus 2014

2523061222099

Entah apa yang membuatku berdiam disini
Merasakan hembusan angin malam yang telah menusuk dalam tulang dan nadiku

Suara desiran ombak dipantai yang yang kian mengeras
Membuatku tetap berada di sini

Apakah kau tau?
Kau seperti pantai ini, indah dan selalu memberi kejutan disetiap tepinya?
Disini ketika engkau telah memilihku
Dan mempertahankanku
Tak ingin rasanya aku pergi

Ingin rasanya aku memelukmu erat
Menghindari hembusan angin malam ini
Mengatakan kata rindu
Dan membisikan kata cinta

Lemah hati ini ketika kau membalas semua ini
Seperti di hasut oleh badai ketika semua berakhir

Tak ingin rasanya semua berakhir
Ingin rasanya seperti sebuah lingkaran yang tak pernah ada akan ujungnya
Mengulang dan terus mengulang sisa waktu ini
Merajut masa depan
Meraih segala mimpi
Meakhiri ini semua
Bersama.....

Dan Akhirnya

Ketika awan putih yang selalu mengikutiku kemanapun aku menjejakan kaki ini
Dan ketika aku sibuk mencari sesosok orang yang cocok untuk hati ini
Ketika itu juga aku tak memperdulikan sesutu yang tak penting untukku

Dalam hidup selalu ada datang dan pergi, yang memberikan bahagia dan luka
Yang menembus dinding kehangatan kehidupan ini
Yang memberikan warna dalam pelangi
Dan memberikan hitam pada putih

Ketika aku sedang sibuk mencari
Apakah aku tau jika ada yang datang dengan tiba tiba?

Datang dengan seikat rasa rindu dan sayang
Yang ternyata telah lama terpendam

Dengan segala doa dan usaha selama ini
Tuhan telah memberikan sebuah kejutan untuku

Apakah ini sebuah pelangi yang datang setelah hujan badai?
Apakah ini seseorang yang datang setalah aku telah lama mencari?

Aku tak berharap kau datang dan hanya untuk pergi lagi
Aku ingin kau tetap berada disini

Rencana Tuhan memang
Tak ada satupun yang mengerti
Tetapi Tuhan telah ngabulkan segala doaku dan usahaku

Setelah aku berusaha untuk mengerti dan mencari
Dan akirnya aku temukan
Sebuah tempat singah untuku
Untuk kita
Rencana Tuhan memang indah :)

Dear honey ;)

Rabu, 23 Juli 2014

Teman Hidup

Dia indah meretas gundah
Dia yang selama ini ku nanti
Membawa sejuk, memanja rasa
Dia yang selalu ada untukku

Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang

Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita
satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu

Kau milikku, ku milikmu
Kau milikku, ku milikmu

Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang

Tetaplah bersamaku jadi teman
hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita
satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu

Bila di depan nanti
Banyak cobaan untuk kisah cinta
kita
Jangan cepat menyerah
Kau punya aku, ku punya kamu,
selamanya kan begitu

Tetaplah bersamaku jadi teman
hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita
satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu

Kau milikku, ku milikmu
Kau jiwa yang selalu aku puja

Jumat, 18 Juli 2014

Mengapa?

Mengapa selalu ada pertemuan jika diakhiri dengan perpisahan?

Mengapa kita dahulu bertemu jika akhirnya kita akan berpisah sejauh ini?
Dan mengapa kau ingin mengenaliku lebih jauh jika akirnya kamu meninggalkan aku?
Dahulu mengapa kau lakukan itu kepadaku?
Kau mendekatiku, memperhatikanku, menarik perhatianku, merayuku hingga aku jatuh hati dan menempatkan hatiku ini kepada orang sepertimu?
Apa aku aku salah jika aku telah menempatkaan hatiku kepadamu?
Ingatkah kau saat kau telah berhasil mendapatkan ku? Bukankan perjuangan dan pengorbananmu tidak sia sia saat itu? Hingga aku telah kau dapatkan? Bukankan perasaanmu bahagia saat itu? Ya sebaliknya aku pun merasakannya. Aku yang kian lama kau perjuangkan akirnya aku telah luluh dan meletakan hati ini untukmu seorang? Dan aku coba untuk dapat memahamimu? Hingga kita sama sama berhasil untuk mengerti satu sama lain? Bukankah itu hal yang menyenangkan?

Ketika aku telah berhasil untuk berbagi rasa seutuhnya kepada lelaki sepertimu dan hingga rasa sayang muncul untukmu? Dan ketika itu kita sama sama merasakan sayang ini? Kau memperlakukanku seperti aku segalanya untukmu.

Ingatkan semua janjii dan omonganmu selama kita menjalin hubungan itu? Hubungan yang lebih dari sekedar teman? Berpuluh puluh janji yang kau berikan kepadaku. Aku hanya merasakan sakit ketika aku ingat segala janji janjimu.

Kini kamu tak lagi menginginkan kehadiranku? Apakah iya? Benar kau akan pergi dan tak akan kembali ke pertempatan nyaman ini? Aku mengenalmu ketika aku tak merasakan rasa sayang ini hingga kini aku masih merasakan sayang ini kau tak ingin mengenalku lagi? Kau tak lagi hadir diketika ku membutuhkanmu? Sekarang. Rasa sayang ini yang kau tinggalkan begitu saja. Sayang yang membekas, seperti luka yang susah mengering.

Kita. Dahulu aku dan kamu pernah menjadi kita dengan seikat rasa sayang dan setumpuk pengertian dan beribu perhatian yang kita berikan satu sama lain. Aku ingin membagi rasa sakit ini. Agar kau tau rasa sakitnya menjadi aku. Aku ingin kau menyaradi bawah kau telah meninggalkan orang yang salah.

Jika aku tau sebelumnya akan seperti ini. Aku harap tak ada perkenalan diantara kita. Perkenalan ini membuatku menyesal, menyesal karena kamu buakn seperti yang aku kira. Mengapa? Mengapa kita telah diperkenalkan? Diperkenalkan untuk semua ini. Mengapa...

Kamis, 03 Juli 2014

Hallo Ramadhan

Alhamdulillah masih ketemu bulan Ramadhan tahun ini. Selalu ada cerita baru di bulan Ramadhan. Suka duka selalu ada di bulan ini bulan yang penuh berkah. Ya memang kali ini ada yang beda dibulan Ramdhanku. Tahun ini aku tak lagi bertemu teman teman dikala sekolah, ya karena saja aku tak sekolah lagi dan belum memiliki sekolah. Tapi masih tetap berhubungan baik dengan teman teman, ya memang hidupku bergantung sekali pada mereka, tiada mereka di kehidupanku bagaikan sayuran tanpa bumbu, rasanya hambar hehe
Selalu ada cerita dibulan Ramdhanku, ya dari tahun ke tahun selalu berbeda. Entah rasa, apa yang aku rasakan seakan kini tak hambar lagi. Ya ketika sudah tak lagi ada kabar darinya, kini aku akan mencoba sedikit untuk membuka hati kepada orang baru, tapi hal itu tak kan mudah seperti halnya membalikan telapak tangan. Kini yang hadir menemaniku adalah teman temanku saja, dan kamu yang kini sudah berubah menjadi sabahatku.
Tapi di bulan Ramadhan kali ini aku bertemu lagi dengan tokoh tokoh di masa laluku. Tuhan telah mempertemukan kita kembali. Ya, seperti halnya semua yg ku anggap tabu, tapi kini menjadi nyata. Entah apa yang terjadi dikehidupanku kini, seakan penuh dengan misteri, penuh dengan kejutan seperti mimpi. Alhamdulliah ya Rabb, ini mungkin anugerahmu, telah sedikit memberikan aku sebuah kejutan di bulan Ramahmdhan tahun ini. Akan aku terima, dan akan aku usahaka sekuat dan sebisa mungkin aku menjalani semua titipan dan cobaanmu ini. Bismillah.