Jumat, 28 Maret 2014

Pertama aku melihat tatapan itu

Sekolah yang sekarang memiliki banyak aturan dan tugas menupuk membuat siswanya terlalu tertekan dan malas untuk menjalini kegiatan tersebut.
Ya ini sekolahku dimana aku adalah salah satu siswa disekolah ini dan yang aku lakukan aku akan menuruti peraturan dan banyak tugas yang telah menungguku.
Tugas akhir sekolah ini memang beda dari tugas yang lain, ya karena aku mengambil jurusan ips disekolah ini dan berhadapan dengan sosok pelajaran ekonomi yang sangat rimit ini. Tugas ini kita diajarkan untuk belajar berwiraisaha. Ya benar. Ditugas ini kita belajar untuk berjualan terutama berjualan makanan.
Waktu yang memang disengaja sekali diselengarakan dengan acara ulang tahun sekolahku ini memang membuat tugas ini berjalan dengan sukses. Aku mendapatkan jatah berjualan pada hari ke 3 dan 4 itu yang masih dalam masa peringatan hari ulang tahun sekolahku yang biasanya mengadakan perlombaan antar sekolah itu.
Hari pertama kegiatan itu, ya kelasku dan kelasnya memang berbeda jauh. Kelasnya dan kelompoknya diberi tugas untuk melakukan tugas itu di hari pertama dan kedua. Untuk berpatisipasi aku pun berkunjung ketempatnya dan ya sekedar untuk mebelanjakan makanan yang tersedia disitu. Banyak mancamnya aku memesan sebuah minuman yang pada saat itu memang sedang terkenal. Dan aku dikagetkan dengan sosoknya yang tiba tiba muncul di hadapanku dengan senyum yang aku pikir itu ada maunya saja. Tiba tiba saja dia merebut gelas minuman yang akan aku pesan dari temannya. Dan dia meminta agar dia saja yang melayani aku. Aku ternganga disitu melihat tingkahnya yang seperti biasa tidakannya yang penuh dengan humoris. Setelah dia selesai melayani permintaanku dengan ya dia sebelumnya tidak tau apa apa dan bagaimana melayaninya itu dia sengaja sekali agar hanya aku yang dia layani dan sebelumnya dia tidak melayani pelanggan yang lain. Aku menerima pesananku dari tanggannya dan aku menyodorkan uang kepadanya. Ucapan halus dan penuh kelembutan saat itu yang baru aku rasakan saat itu pertama kali aku dengar dari mulutnya. Ya!! aku merasakan hal yang berbeda dari situ. Sebuah tatapan yang indah dari matanya yang penuh cahaya berkilau itu sempat membuat hatiku meleleh seketika. Dia berkata "Ini buat kamu? Simpen aja uangnya buat beli yang lain biar ini aku yang bayar" berkata dengan penuh senyuman didalamnya dan dengan menyodorkan gelas minuman itu padaku. Suasana hati yang saat itu tiba tiba diam sejenak membuatku untuk tidak nolak semua. Aku tidak sama sekali bertindak dan berkutik sedikitpun disitu. Yang aku pikirkan hanyalah tatapan matanya dan tutur lembut yang keluar dari mulutnya. Ketika aku akan nolak keputusannya itu pun itu sudah seperti jauh sekali dan dia pergi seperti ingin mengalihkan semuanya.
Setelah itu aku duduk di kursi dekat kelas dan aku masih dalam keadaan yang bisa dianggap aku seperti orang yang hilang ingatan. Seketika aku dikagetkan dengan getar handphoneku. Kubuka dan kulihat ada sebuah pesan singkat dari sebuah nama yang sangat tidak biasa bagiku. Ku buka dan ku baca isinya "Makasih ya udah mau dateng tadi. Udah mau beli juga ditempatku, maaf kalo engga enak maklum masih dalam proses pembelajaran" Ya dan ternyata itu pesan singkat darinya yang mengucapkan terimakasih atas kedatanganku disitu tadi.
Dan aku balas pesan tersebut dan terus saja kita saling membalas seperti biasa. Entah apa yang membuat kita terus terus membalas pesan kita. Hingga kita bercanda dan berbagi cerita lewat pesan singkat saja.

Keesokan harinya, dimana masih kelasnya yang bertugas. Aku hari itu disibukkan dengan perlengkapan dan bahan bahan untuk hari  ke 3 dan ke 4 karena hari selanjutnya aku yang bertugas. Aku dan kelompoku berkumpul di ruangan yang tak jauh dari tempatnya berjualan. Ketika aku akan masuk kedalam ruangan itu dia tersenyum kepadaku. Kemudian tiba tiba saja ada pesan singkat masuk di handphone ku, ya dia lagi. "Hey. Lagi ngapain disitu? Dateng lagi dong kesini nanti aku yang jualain lagi hehe". Dan langsung ku balas "Lagi bahas buat besok nih. Ah engga deh nanti aja, nanti kalo aku kesitu yang jualin kamu gratis lagi malah hehe" dengan banyak basa basi lagi dalam pesan singkat itu. Dan pada saat itu dia menawarkanku untuk memesan sesuatu di tempatnya dan dia akan mengantarkannya kepadaku. Aku menolak tawarannya dan dia tetap saja maksaku untuk memesan lagi dan gratis untuk aku. Ya apa boleh buat dia sudah memaksaku dan aku memesan salah satu makanan. Tak lama kemudian ada sebuah pesan singkat yang isinya "Eh ini udah jadi, aku anterin kesitu ya. Kamu tunggu didepan dong". Mungkin karena aku terlalu lama membuka pesan itu dan membalas pesan itu tiba tiba aku melihat sosoknya sudah ada didepan pintu, ya dia masuk kedalam. Pertama dia tidak melihat dan dia datang kekerumunan teman temannya yang juga masih satu ruangan denganku. Kemudian belum sempat aku balas pesannya dia berkata "Hey ini udah jadi aku udah didalem loh, kamu kesini dong hehe". Ya dengan rasa santai sajaa yang tapi agak sedikit deg degan aku datang menghampirinya dikerununan banyak teman temannyanya. Ada rasa malu, tapi aku tutupi saja semua itu, jika tidak nanti pasti aku akan di ejek ejek oleh teman temannya.
Ketika aku menghampirinya lagi lagi aku melihat tatapan itu lagi, tatapan yang sangat menusuk hati dan membuat hatiku dengan cepat meleleh karena tatapan dan senyuman manisnya. Aku merasa seperti terhipnotis disitu. Aku seperti diam dan tak berdaya. Dan jangan sampai aku salah dalam menyikapi semua ini atau aku pasti akan salah tingkah dihadapannya. Kuucapkan kata terimakasih kepadanya, dan dia menjawab sama sama. Tiba tiba saja dia memulai pembicaraan kepadaku secara langsung. Ya itu pertama kalinya kita berbicara langsung berdua. Saat aku meminta ijin agar aku malu melanjutkan diskusiku ke teman temanku dia melarang dulu dengan basa basinya dan mengajaku duduk berdia di samping dinding diruangan itu. Dengan keadaanku yang merasa aku masih terhipnotis aku mau saja diajaknya untuk duduk bersama, ya aku duduk bersama dengannya bersandarkan dinding tembok. Entah apa yang dia mau, dan entah apa yang dia mau bicarakan kepadaku. Dia hanya menanyakan kesiapan kelompokku untuk besok pagi dan ya cuma basa basi lainnya saja. Dan dia juga menanyakan makanan yg telah di bawanya untukku. Ketika aku menjawab dengan melihat wajahnya aku melihat tatapan itu lagi tatap yang selalu membuatku diam tanpa kata. Dia tersenyum manis melihatku. Sepertinya dia tau saat itu yang kurasakan aku seperti salah tingkah dihadapannya. Ya itu juga smua karna salahnya. Salah pada tatapan matanya!!!!! Yang membuatku seperti itu.
Seusai itu aku merasa tidak kuat berada didekatnya dan aku memutuskan untuk pergi kembali ke teman temanku.
Semenjak itulah aku selalu dihantui oleh tatapan matanya. Ya jika kau tau, tatapan matanya lah yang selalu menghantuiku sampai saat ini sampai detik ini aku menulis cerita ini.
Sebuah tatapan pertama itu yang penuh dengan kenyamanan tersendiri dan akan ku ingat hingga aku lupa nanti, tapi yang pasti selamanya akan selalu terkenang di benakku ini....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar